Citizen
journalism itu penting untuk memberikan perspektif lain dalam memandang sebuah
kejadian fakta realita dan lain sebagainya, CJ juga secara tidak langsung
memberikan control atau filter terhadap kerja jurnalistik itu sendiri yang
sebagian besar masih di bawah naungan media-media tertentu. Jika berbicara
masalah teknis, CJ jelas tidak bisa di bandingkan dengan jurnalis pada
dasarnya. Namunkembali lagi kita melihat dan mengamati berita-berita yang di
sajikan oleh media yang “katanya” para pekerjanya (wartawan) paham secara teknis, tapi terkadang berita yang di sajikan
tidak semuanya memenuhi syarat karena hanya mengejar rating, sehingga kode etik
jurnalistik tak lagi memiliki makna, seakan hanya aturan yang bernilai
formalitas. Lalu apa bedanya dengan berita yang di sampaikan oleh CJ jika kita
mau menuntut ke akuratan sebuah berita.
Bagaimana seorang CJ menyampaikan dari sudut pandangnya
mengenai suatu peristiwa itu jauh lebih penting dari pada masalah teknis,
penting disini maksudnya bukanlah masalah benar atau salah, baik atau tidak
baik, yang perlu di tekankan adalah perspektif lain dalam melihat suatu
peristiwa atau kejadian. Berita yang di hasilkan oleh CJ mungkin lebih bisa di
percaya di banding berita yang di hasilkan oleh wartawan yang berada dalam
naungan media-media tertentu, kenapa ? karena, seperti yang kita ketahui
bersama, yang namanya media tentu saja memiliki aturan-aturan yang telah di
tetapkan oleh si pemilik media dan tentu juga harus di patuhi oleh para
pekerjanya, jadi bisa saja berita yang di publis oleh media tersebut telah ada
campur tangan dari si pemilik media, dan kemungkinan terburuknya beritanya
tidak lagi independen.
Saat media itu milik pemerintah
pasti akan pro pemerintah. CJ akan memberikan atau menyajikan berita dengan
lebih netral karena tidak terikat aturan apapun oleh pemilik media, karena
tidak bisa di pungkiri pemilik media adalah orang yang belum bisa di tundukkan
hingga saat ini. Kalaupun CJ menyajikan berita rekayasa, masih ada real
journalist yang beritanya dapat di compare atau mengkritisi, bahkan menyangga,
dan bisa berlaku kebalikannya, intinya saling melengkapi, mengontrol, dan
memberi perspektif lain, sehingga masyarakat luas tidak terjebak dengan berita
yang mungkin sudah di rekayasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar