Minggu, 13 Desember 2015

pentingkah CJ (citizen journalism) ?

Citizen journalism itu penting untuk memberikan perspektif lain dalam memandang sebuah kejadian fakta realita dan lain sebagainya, CJ juga secara tidak langsung memberikan control atau filter terhadap kerja jurnalistik itu sendiri yang sebagian besar masih di bawah naungan media-media tertentu. Jika berbicara masalah teknis, CJ jelas tidak bisa di bandingkan dengan jurnalis pada dasarnya. Namunkembali lagi kita melihat dan mengamati berita-berita yang di sajikan oleh media yang “katanya” para pekerjanya (wartawan) paham secara  teknis, tapi terkadang berita yang di sajikan tidak semuanya memenuhi syarat karena hanya mengejar rating, sehingga kode etik jurnalistik tak lagi memiliki makna, seakan hanya aturan yang bernilai formalitas. Lalu apa bedanya dengan berita yang di sampaikan oleh CJ jika kita mau menuntut ke akuratan sebuah berita.
 Bagaimana seorang CJ menyampaikan dari sudut pandangnya mengenai suatu peristiwa itu jauh lebih penting dari pada masalah teknis, penting disini maksudnya bukanlah masalah benar atau salah, baik atau tidak baik, yang perlu di tekankan adalah perspektif lain dalam melihat suatu peristiwa atau kejadian. Berita yang di hasilkan oleh CJ mungkin lebih bisa di percaya di banding berita yang di hasilkan oleh wartawan yang berada dalam naungan media-media tertentu, kenapa ? karena, seperti yang kita ketahui bersama, yang namanya media tentu saja memiliki aturan-aturan yang telah di tetapkan oleh si pemilik media dan tentu juga harus di patuhi oleh para pekerjanya, jadi bisa saja berita yang di publis oleh media tersebut telah ada campur tangan dari si pemilik media, dan kemungkinan terburuknya beritanya tidak lagi independen.
            Saat media itu milik pemerintah pasti akan pro pemerintah. CJ akan memberikan atau menyajikan berita dengan lebih netral karena tidak terikat aturan apapun oleh pemilik media, karena tidak bisa di pungkiri pemilik media adalah orang yang belum bisa di tundukkan hingga saat ini. Kalaupun CJ menyajikan berita rekayasa, masih ada real journalist yang beritanya dapat di compare atau mengkritisi, bahkan menyangga, dan bisa berlaku kebalikannya, intinya saling melengkapi, mengontrol, dan memberi perspektif lain, sehingga masyarakat luas tidak terjebak dengan berita yang mungkin sudah di rekayasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar